Fokus Sukawesi,Bungku,
Pandemi Covid-19 telah menyebabkan kematian hampir 2 juta jiwa dari 85 juta orang terinfeksi di dunia. Sementara itu, jumlah kematian lebih dari 22 juta jiwa terjadi di Indonesia dengan hampir 800 ribu orang terinfeksi virus tersebut. (https://www.worldometers.info/coronavirus/, diakses 4 Januari 2021). Sedangkan di Morowali telah terpapar sebanyak 751 orang dan 12 orang di antaranya telah meninggal dunia. Terpaan wabah ini telah memengaruhi berbagai sektor kehidupan baik terhadap kehidupan ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, kesehatan maupun sektor kehidupan lainnya. Kian hari, dampak tersebut semakin berat, masyarakat semakin terpuruk dengan kondisi tersebut.
Pertambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 pun setiap hari juga terus berlangsung, menyebabkan beban tenaga kesehatan yang menjadi tulang punggung pelayanan kesehatan terus bertambah. Sarana-sarana kesehatan yang melayani pasien Covid-19, kini juga kewalahan menangani pasien yang tidak putus-putusnya masuk dan terkonfirmasi positif.
Tenaga kesehatan yang jumlahnya terbatas, harus terus berkurang karena terpapar virus tersebut. Sebagian terinfeksi dan dapat sembuh kembali, namun sebagian lagi ada yang harus gugur dalam “pertarungan” menghadapi keganasan covid-19 ini. Mereka yang telah dinyatakan sembuh, harus kembali berjuang bersama sejawat lainnya untuk bahu-membahu memerangi virus ini. Mereka harus merawat pasien yang terinfeksi.
Sebagai salah satu sarana pelayanan kesehatan rujukan yang merawat pasien covid-19, RSUD Morowali (RSMW) telah merawat pasien terkonfirmasi positif sejak pertama kali adanya kasus positif pada bulan April 2020. Tenaga kesehatan yang bertugas di RSMW juga tidak luput dari serangan virus tersebut. Silih berganti antara petugas yang sehat, terinfeksi covid-19 dan kembali sembuh. Namun demikian, atas berkat dan rahmat Allah SWT, hingga saat ini tidak ada petugas kesehatan yang menjadi korban keganasan virus ini.
Keterbatasan tenaga kesehatan dan pertambahan jumlah pasien covid-19 di RSMW cukup membuat kewalahan dalam penanganannya. Hal ini membuat RSMW mengambil kebijakan untuk melakukan penambahan tenaga kesehatan baru yang dikhususkan untuk penanganan pasien covid-19. Setelah mendapat lampu hijau dari Bupati Morowali, dr. Agus AS. Partang, Sp.B selaku Direktur RSMW membentuk Panitia Penerimaan Tenaga Kesehatan untuk penanganan covid-19. Tidak tanggung-tanggung dr. Wirya Sastra Amran, Sp.P langsung ditunjuk sebagai Ketua Tim tersebut. Beliau adalah satu-satunya dokter spesialis paru di Morowali, juga merupakan ketua Tim Penanganan Pasien Covid-19 di RSMW.
Setelah dikonfirmasi, dr. Wirya, begitu sapaannya, membenarkan adanya penerimaan tenaga kesehatan untuk penanganan pasien covid-19. “Penerimaan tenaga kesehatan ini dikhususkan untuk pemenuhan kebutuhan tenaga dokter dan perawat. Karena tenaga ini yang masih sangat kurang dan dibutuhkan dalam penanganan pasien covid-19”.
Lebih lanjut lulusan kedokteran UNHAS ini menjelaskan, “Proses penerimaan tenaga kesehatan ini sedang berlangsung. Sudah masuk tahap wawancara. Inshaa Allah hasil seleksinya akan diumumkan dalam waktu dekat”.
Proses penerimaan ini sudah berproses sejak bulan Desember 2020. Setelah pengumuman adanya seleksi penerimaan tenaga kesehatan tersebut, tercatat ada sebanyak 75 pendaftar yang mengajukan permohonan. 60 di antaranya dinyatakan lulus berkas, termasuk 4 orang tenaga dokter.
Semoga tambahan tenaga kesehatan ini nantinya dapat memberikan daya ungkit yang tinggi dalam penanganan pasien covid-19. “Mari sama-sama kita berdoa, semoga pandemi ini segera berakhir.” Tutup dr. Wirya.



