Update

8/recent/ticker-posts

PERKUAT KETAHANAN KELUARGA DARI SERANGAN NARKOBA


Oleh: Dr.H.Mustakim, M.Si *)

Fokus Sulawesi,Kendari

Akhir-akhir ini kita selalu dikejutkan dengan adanya berita-berita tentang narkoba. Tahu-tahu narkoba sudah sedemikian merebaknya di negeri kita, bahkan di daerah kita hingga ke desa-desa. Beberapa tahun yang silam, ketika polisi menangkap adanya penyelundupan narkoba besar-besaran di wilayah Banten dan Jakarta, bahkan ada jenis sabu-sabu yang dimasukkan ke dalam tiang pancang beton. Ya, tiang pancang beton itukan di tengahnya biasanya lobang, lobang itu diisi narkoba, dan konon jumlahnya lebih dari 1 ton. Mendengar berita seperti itu, hati kecil ini sangsi dan bertanya-tanya “akankah semuanya bisa dimusnahkan oleh Petugas Keamanan kita”? Mengingat urusan narkoba ini bukan hanya urusan orang yang menjadi teler, mabuk, flay, dan sejenisnya. Tapi di balik semua itu ada uang yang jumlahnya tidak main-main. Dan sekarang ini, siapa sih orangnya yang tidak suka uang?

Kesangsian saya, pertanyaan hati kecil saya itu, tahun kemarin 2022, sudah terjawab dengan ditangkapnya seorang Inspektur Jenderal Polisi Teddy Minahasa bersama 10 orang lainnya (sebagian besar anak buahnya) yang terlibat dalam perdagangan narkoba. Kita berharap mudah-mudahan kalimat saya “sudah terjawab” maksudnya adalah sudah selesai. Tidak ada lagi aparat keamanan yang terlibat dengan barang haram tersebut. Sebab jika kalimat saya bunyinya “sebagian sudah terjawab”, jangan sampai masih ada aparat lain yang bermain-main dengan narkoba. Kalau aparat turut bermain, habislah generasi kita! Na’udzubillahi min dzalik! Kita do’akan semoga aparat kita yang saat ini masih bertugas diberikan kekuatan iman, yang beragama Islam diberikan kekuatan iman-Islamnya, semoga dalam hati mereka tertanam bahwa tugas mereka disamping sebagai tugas negara, abdi masyarakat juga sebagai wujud ibadah dan pengabdiannya kepada Allah SWT. Jika hati dan diri kita sudah kita serahkan kepada Allah insya Allah kita akan selalu merasa dilihat Allah dimanapun kita berada, apapun yang kita perbuat, sehingga kita selalu waspada dan berhati-hati, dan itualh wujud iman!

Firman Allah SWT: Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan” (QS. Al-Maidah: 90).

Ibnu Taimiya Rahimahullah berkata, “Narkoba sama halnya dengan zat yang memabukkan diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama. Bahkan zat yang dapat menghilangkan akal, haram untuk dikonsumsi walau tidak memabukkan” (majmu’ alfatawa,34:214).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Barangsiapa yang sengaja menjatuhkan dirinya dari gunung hingga mati, maka dia di neraka Jahannam dalam keadaan menjatuhkan diri di (gunung dalam) neraka itu, kekal selama lamanya. Barangsiapa yang sengaja menenggak racun hingga mati maka racun itu tetap ditangannya dan dia menenggaknya di dalam neraka Jahannam dalam keadaan kekal selama lamanya. Dan barangsiapa yang membunuh dirinya dengan besi, maka besi itu akan ada ditangannya dan dia tusukkan ke perutnya di neraka Jahannam dalam keadaan kekal selama lamanya” (HR Bukhari no. 5778 dan Muslim no. 109).

Pada kesempatan lain, Nabi juga menyampaikan sabdanya: “Setiap yg memabukkan adalah khamr dan setiap yang memabukkan adalah haram” (HR. Muslim)

Memperhatikan kutipan ayat di atas, hadits Rasulullah SW, dan tafsiran serta penjelasan para ulama dan tokoh kita. Tidak ada satu pun yang berpendapat bahwa narkoba dengan beragam jenisnya, yang intinya “memabukkan” atau meski tidak memabukkan tapi bisa “merusak akal dan jaringan otak kita” hukumnya tidak haram. Semuanya menyebut haram!

Sebagai orang beriman, terlebih lagi sebagai seorang Kepala Keluarga, kita tidak boleh lengah untuk mempertahankan benteng keluarga kita dari serangan narkoba ini. Allah SWT berfirman:Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (qs. AT-Tahrim:6).

Dalam Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram), ayat ini ditafsirkan sbb: “Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan menjalankan apa yang disyariatkan kepada mereka, buatlah perisai untuk diri dan keluarga kalian dari api besar (Neraka) yang dinyalakan dengan manusia dan bebatuan. Di atas Neraka ada Malaikat yang kasar terhadap orang-orang yang memasukinya dan keras, mereka tidak mendurhakai perintah Allah jika diperintahkan dan melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya tanpa malas dan enggan.”

Kita semua tahu, perbuatan haram umumnya akan menjerumuskan diri kita, atau keluarga dan anak-anak kita, masuk ke dalam neraka jika kita melakukannya. Dan narkoba sudah jelas-jelas haram, maka sebagaimana perintah Allah dalam surat at-Tahrim ayat 6 di atas, wajib hukumnya kita semua memelihara diri, menjaga diri, menjauhkan diri, dari narkoba ini. (* Penulis adalah Penata Kependudukan dan KB Ahli Madya Prov. Sultra)