Update

8/recent/ticker-posts

Tetap Semangat Meski Akreditasi RSUD Morowali Makin Berat

 FOKUS SULAWESI.Morowali
RSUD Morowali telah menjadi rumah sakit terakreditasi dengan status Tingkat Utama atau Predikat Bintang 4 (empat). Hal ini tertuang dalam sertifikat Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) yang ditandatangani dan diserahkan secara langsung oleh Ketua Eksekutif KARS, Dr. dr. Sutoto, M.Kes kepada Direktur RSMW, dr. Agus AS. Partang, Sp.B. Pencapaian tersebut merupakan kebanggaan tersendiri Kabupaten Morowali, memiliki rumah sakit yang mendapatkan pengakuan skala nasional dalam hal peningkatan mutu pelayanan dan perlindungan keselamatan pasien.

          Sertifikat Akreditasi tersebut hanya berlaku selama 3 (tiga tahun). Dengan demikan, karena penetapan akreditasi RSUD Morowali pada bulan November 2019, maka pada bulan November 2022 status akreditasinya telah berakhir. Oleh karena itu sejak awal tahun ini, RSUD Morowali kembali mempersiapkan diri untuk menghadapi penilaian akreditasi. RSUD Morowali menggunakan jasa lembaga independen penyelenggara akreditasi, yakni Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Rencana pengajuan akreditasi berikutya masih akan menggunakan jasa laembaga independen KARS. 

          KARS merupakan salah satu lembaga penyelenggara akreditasi yang ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan. Di samping itu, terdapat 5 lembaga independen lain yang juga diamanahkan untuk melakukan akreditasi rumah sakit secara independen. Kelima lembaga tersebut adalah Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Indonesia (LAFKI), Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS-DHP), Lembaga Akreditasi Rumah Sakit (LARS), Lembaga Akreditasi Mutu Keselamatan Pasien RS (LAM-KPRS) dan Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Indonesia (LARSI). Meskipun terdapat beberapa lembaga independen penyelenggara akreditasi, standar yang digunakan harus merupakan standar yang telah disetujui oleh Menteri Kesehatan RI.
           Persiapan untuk menghadapi Survei Penilaian Akreditasi terasa berat dilakukan oleh RSMW. Hal ini disampaikan oleh Ketua Tim Akreditasi RSMW, dr. Abdul Kadir, Sp.An. “Persiapan RSMW semakin berat, selain karena pandemi Covid-19 belum reda, juga karena keteraturan yang telah dicapai, kian hari kian menurun. Apalagi beberapa fasilitas pendukung pelayanan ada yang mengalami kerusakan, seperti CT-Scan dan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit.” Ketua Tim yang juga merupakan dokter Anastesi ini merangkap Kepala Seksi Pelayanan Medik RSMW. “Namun demikan, masih ada waktu untuk melakukan pembenahan. Mudah-mudahan kekurangan-kekurangan yang ada dapat dibenahi hingga bulan November mendatang.” Ungkapnya.
(Bidkominfo & RM-RSMW)