Update

8/recent/ticker-posts

MATERI KHUTBAH JUM'AT ,TANTANGAN DAKWAH

╔═┄┄┉✽‌◆﷽◆✽‌┉┄┄═╗
   *♡ MATERI KHUTBAH JUM'AT ♡*
╚═┄┄┉✽‌ .◆◇◇◆ ✽‌┉┄┄ ╝


 *TANTANGAN DAKWAH* 
Oleh : Ustadz Undang Taufik
( Ketua Majlis Tarjih PCM Bandung Selatan) 

الحمد لله حمدا كثيرا طيبا مبركا فيه ,صلاة وسلاما على نبينا وحبيبنا محمد وعلى اله وصحبه أجمعين
أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله , أما بعد : فيا عباد الله اتقوا الله حيث ما كنتم لعلكم تفلحون, كما قال تعالى :أعوذ بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمان الرحيم, يا أيها الذين أمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون

Jama’ah jum’at rahimakumullaah:
Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah atas berbagai macam nikmat yang Allah senantiasa curah limpahkan pada kita,semoga syukur kita dapat membuat nikmat itu makin berkah dan bertambah.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah limpahkan kepada kekasih kita ,nabi dan rasul kita Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam, keluarga , sahabat dan ummat nya yang selalu mengikuti ajaran nya.

Takwa adalah perkara yang selalu di wasiyatkan dan di pesankan , baik oleh Allah maupun oleh Rasul shallalaahu ‘alaihi wasallam. Hal itu menunjukan betapa pentingnya ketakwaan itu. Takwa adalah ukuran kemulyaan kita dalam pandangan Allah, semakin tinggi ketakwaan kita semakin tinggilah derajat kemulyaan kita di pandangan Allah, oleh karena itu marilah kita tingkatkan ketakwaan kita dengan berusaha sekuat tenaga berdaya upaya menjalankan perintah dan menjauhi larangan Nya.serta tanamkan dalam diri kita perasaan takut akan murka Nya dan berharap rahmat Nya.

Jama’ah jum’at rahimakumullaah
Paska wafat isteri beliau siti Khadijah yang di susul dengan wafat pamannyya Abu Thalib-kedua orang itu merupakan pelindung Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam dalam mendakwahkan risalah Allah-disaat Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam mendapat rintangan dan tekanan dari Abu Jahal dan kawan kawan,mereka berdualah yang membela dan menghiburnya. Maka musyrikin Quraiy yang di komadoi oleh Abu Jahal semakin hebat lagi penentangannya bukan lagi berupa ujaran kebencian, cibiran dan penghinaan akan tetapi sudah mulai melakukan tidakan kekerasan. yang salah satunya , pada saat Rosulullah sedang sujud dalam shalatnya, Abu Jahal menyuruh anak buah nya mengambil kotoran dan darah unta yang kemarin mereka sembelih,lalu mereka menaruhnya di tengkuk rosulullah hingga beliau tidak bisa bangkit dari sujudnya, sementara mereka tertawa terbahak bahak.

Melihat sikap orang Quraisy yang makin keras penolakan terhadap dakwah tauhid itu, maka Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam mulai berpikir untuk mengarahkan dakwahnya itu kedaerah lain dengan harapan di daerah itu masyarakatnya mau menerima seruannya itu. Daerah itu adalah Thaif,yang jaraknya dua hari dua malam berjalan kaki dari Mekah. Beliau di dampimgi oleh Zaid bin Haritsah, selama 10 hari beliau berdakwah di sana mendatangi qabalah Bani Tsaqif yang merupakan qabalah paling terhormat di daerah Thaif.
Sambutan mereka tidak jauh beda dengan orang Mekah bahkan mereka mengusir Nabi sambil melemparinya dengan batu di sepanjang jalan hingga kedua kaki beliau berdarah darah sekaliapun sudah di lindungi oleh tubuh Zaid Bin Haritsah,dan Zaid sendiri bercucuran darah di kepalanya hingga keduanya berlindung di sebuah kebun kurma milik ‘Utbah dan Syaibah keduanya anak Rabi’ah. Di kebun kurma itulah beliau berdo’a:

اللَّهُمَّ إِلَيْكَ أَشْكُو ضَعْفَ قُوَّتِي وَقِلَّةَ حِيلَتِي وَهَوَانِي عَلَى النَّاسِ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، أَنْتَ رَبُّ الْمُسْتَضْعَفِينَ وَأَنْتَ رَبِّي، إِلَى مَنْ تَكِلُنِي، إِلَى بِعِيدٍ يَتَجَهَّمُنِي، أَمْ إِلَى عَدُوٍّ مَلَّكْتَهُ أَمْرِي، إِنْ لَمْ يَكُنْ بِكَ غَضَبٌ عَلَيَّ فَلَا أُبَالِي، وَلَكِنَّ عَافِيَتَكَ هِيَ أَوْسَعُ لِي، أَعُوذُ بِنُورِ وَجْهِكَ الَّذِي أَشْرَقَتْ لَهُ الظُّلُمَاتُ، وَصَلَحَ عَلَيْهِ أَمْرُ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ مِنْ أَنْ يَنْزِلَ بِي غَضَبُكَ، أَوْ يَحِلَّ عَلَيَّ سَخَطُكَ، لَكَ الْعُتْبَى حَتَّى تَرْضَى، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِكَ.

ya Allah, kepadaMulah aku mengadukan kelemahanku, kurangnya kesanggupanku dan kelemahan diriku berhadapan dengan manusia…wahai yang maha sempurna memberikan kasih sayang, Engkau pelindung orang yang lemah dan Engkau pelindungku. Kepada siapakah diriku hendak engkau serahkan? Ketempat yang jauh yang berwajah bengis terhadapku, ataukah kepada musuh yang akan menguasai diriku.

Andaikan engkau tidak murka pada diriku  semuanya itu tak peduli. Karena sungguh amat besar nikmat yang Engkau limpahkan terhdap diriku. Aku berlindung pada sinar cahaya wajahMu, yang menerangi kegelapan, dan mendatangkan kebajikan dunia dan akhirat. Daripada murkaMu yang hendak Engkau limpahkan kepadaku. Hanya Engkaulah yang berhak menegur dan mempersalahkan  diriku hingga Engkau berkenan menurut kehendakMu. Sungguh tiada daya dan kekuatan apapun selain atas perkenanMu.

Jama’ah jum’at rahimakumullaah
Kemudian Rasul shallallaahu ‘alaihi wa sallam meninggalkan Thaif menuju Mekah Kembali dalam keadaan sedih sebab tak seorangpun baik laki laki ataupun perempuan yang menjawab seruannya. Maka berkatalah Zaid bin Haritsah:”ya , Rasulallah, bagaimana mungkin engkau Kembali ke Mekah sedangkan mereka telah menolak dan menyakitimu?” beliau menjawab: “wahai Zaid, sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla pasti akan memberikan kelapangan dan jalan keluar dari kesulitan ini,dan sesungguhnya Allah pasti menolong agamaNya dan membantu NabiNya”

Jama’ah jum’at rahimakumullaah
Do’a rosulullaah tersebut mampu menggetarkan langit, hingga Allah perintahkan pada malaikat Jibril agar menyuruh malaikat penjaga bukit supaya melakukan apapun yang di pintakan oleh rosulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Bukhari menceritakan dari Aisyah ra, Nabi bersabda:

فَنَادَانِي مَلَكُ الْجِبَالِ وَسَلَّمَ عَلَيَّ، ثُمَّ قَالَ: يَا مُحَمَّدُ إِنَّ اللَّهَ قَدْ سَمِعَ قَوْلَ قَوْمِكَ لَكَ، وَأَنَا مَلَكُ الْجِبَالِ قَدْ بَعَثَنِي رَبُّكَ إِلَيْكَ لِتَأْمُرَنِي بِأَمْرِكَ، إِنْ شِئْتَ أَنْ أُطْبِقَ عَلَيْهِمُ الْأَخْشَبَيْنِ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: بَلْ أَرْجُو أَنْ يُخْرِجَ اللَّهُ مِنْ أَصْلَابِهِمْ مَنْ يَعْبُدُ اللَّهَ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ.

Malaikat penjaga bukit menyeru dan mengucapkan salam padaku, kemudian berkata,ya Muhammad, sungguh Allah telah mendengar ucapan dan perlakuan kaum mu yang menyakiti dirimu, aku adalah malaikat penjaga bukit, Tuhanmu telah mengutusku padamu agar aku melakukan apapun yang kamu mau,jika kamu mau aku akan anggkat kedua bukit ini dan aku akan timpakan pada mereka. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab:

بَلْ أَرْجُو أَنْ يُخْرِجَ اللَّهُ مِنْ أَصْلَابِهِمْ مَنْ يَعْبُدُ اللَّهَ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ.

Tidak, bahkan aku berharap suatu waktu Allah melahirkan dari mereka turunan turunan yang menyembah Allah saja tidak menyekutukan padaNya”

 Dalam Riwayat Muslim dari Abu Hurairah ra, Ketika beliau di minta berdo’a pada Allah agar Allah membinasakan orang orang musurik, nabi berkata:  

إِنِّي لَمْ أُبْعَثْ لَعَّانًا، وَإِنَّمَا بُعِثْتُ رَحْمَةً.

“aku di utus bukan untuk melaknat ,tetapi aku di utus agar menjadi rahmat”

(al jawabu as shahih liman yadullu diina al masih ,karya Ibnu Taimiyah hal:728)
(al jawabu as shahih liman yadullu diina al masih ,karya Ibnu Taimiyah hal:728)

 *KHUTBAH KE 2* 

Jama’ah jum’at rahimakumullaah
Betapa lembut nya hati Nabi,batapa pemaafnya Nabi dan betapa sayangnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap kaumnya (obyek dakwah) , sekalipun dalam melakukan dakwahnya menyeru agar manusia itu bertauhid hanya menyembah Allah saja tidak melakukan kemusyrikan, banyak di sakiti bukan hanya dengan cibiran dan bully an, bahkan di aniyaya secara fisik, beliau dilempari batu, dilempari kotoran , dituduh orang gila dan bahkan rencana pembunuhan. Nabi kita tidak membalas keburukan dengan keburukan lagi,Nabi kita tidak pernah membenci mereka yang menyakitinya. Padahal Alla menawarkan padanya untuk membinasakan mereka namun,Nabi kita tidak menerima tawaran itu, beliau punya harapan yang lebih besar dan hebat yaitu,lahir generasi penyembah Allah dari para pembencinya dan beliaupun paham betul bahwa mereka benci itu karena belum mengerti.

Itulah pelajaran bagi kita para pendakwah, lapangkan dada, luaskan pemaafan dan kokohkan kesabaran karena tantangan halangan dan rintangan itu pasti menghadang.

أقول قولي هذا وأستغفر الله لي و لكم والسلام على من اتبع الهدى, نصر من الله و فتح قريب وبشر المؤمنين

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ. وَالصَّلاَ ةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلإِ خْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ, وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْ بِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ اَمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفُ الَّرَحِيْمٌ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ, وَالْمُؤْمِنَاتِ, اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ, إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ, ياَ قاَضِيَ الْحَاجَاتِ.

اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقاً وَارْزُقْنَا اِتِّبَاعَهُ, وَأَرِنَا الْبَا طِلاً وَارْزُ قْنَا اجْتِنَابَهُ.

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًَا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاًَ مُتَقَبَّلاً.

رَبَّنَا اَتِنََا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ الِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

•┈┈┈•◈◉✹❒❒✹◉◈•┈┈┈•​​​​​​​​

Jika dirasa bermanfaat, jangan lupa dibagikan kepada yang lainnya.

Rasulullah saw bersabda:  
"Barang siapa menunjukkan suatu kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang melakukannya." (HR. Muslim)

Nashrun Minallahi wa fathun qarieb