Oleh.Nawawi Sang Kilat.
Diujung utara teluk bone tepatnya dikaki Gunung Lampenai, disininilah para Polamoa berdiam, dan paradewata bersemayan, disinilah sang kausa prima muncul dari awal, dan berteriak nyaring ,aku datang utk kebaikan seluruh umat,dia adalah tokoh kayangan BATARA GURU yg akan menjadi figur sentral sebagai cikal bakal lahirnya Kedatuan Luwu, di bukit Lampenai di sekitar BILASSA LAMOA (Kebun Dewata) tempat dimana awal LUWU DI PROKLAMIRKAN, dimana sang tokoh mengajarkan bercocok tanam penduduk sekitarnya, tak jauh dari situ terdapat lahan MULAITOE (bugis menyebutnya mulataue) mengarah ke timur disitu para dewa bercengkrama sambil mandi dan menyelam di USSU sambil MINUSSU dan sesudah itu menghadap ke sang pencipta diiringi tarian sang biksu di SERRRE BESSUE,...kehidupan berjalan dgn baik, para serdadu dengan telaten buat senjata KAWALI di Lakawali serta Penai di Lampenai, senjata yang sangat sakti di Majapahit mereka menyebutnya BROJONG LUWU, di tanah Bugis mereka menyebutnya KAWALI mungkin karena senjata ini di buat oleh pande besi yg sangat terampil di kampung LAKAWALI..
Batara Guru sang tokoh ,entah kenapa, sang tokoh menjadi misteri, ada yg menyebutnya datang dari Latimojong, dan yang lainnya....ttp entahlah kenapa justru ia menetap di BILASSA LAMOA.
Sang Tokoh ini berulang kali sowan ke pemilik negeri PUA LAMPENAI untuk bediri dalam sebuah komunitas tersendiri , tetapi sang pemilik negeri harus mendapatkan restu dari komunitas LU lainnya baru dapat meng iyakan keinginan sang tokoh.
Atas kegigihan sang tokoh bernegoisasi dgn komunitas LU maka disinilah awal LUWU bermula.
Padangjese 09032022.
NSK.
