Update

8/recent/ticker-posts

MAHASISWA FARMASI GANDENG BKKBN SOSIALISASIKAN STUNTING


Fokus Sulawesi,Sultra
Mahasiswa Universitas Haluoleo dari jurusan farmasi yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Lamomea Kec. Konda, Kab. Konawe Selatan menggandeng Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara untuk mensosialisasikan tentang bahaya stunting. Kegiatan sosialisasi tersebut berlangsung kemarin (Senin,7/8/23) dipusatkan di Balai Desa Lamomea dengan menghadirkan sekitar 50 peserta yang terdiri dari ibu-ibu hamil, menyusui dan pemilik baduta.

Mewakili Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara Ketua Tim Pengendalian Penduduk, Dr. H. Mustakim, menyampaikan materinya dengan metode ceramah selama sekitar 1 jam dilanjutkan dengan diskusi atau tanya jawab.
Dalam ceramahnya Mustakim lebih banyak memberi motivasi kepada peserta untuk memperhatikan asupan gizi terutama saat hamil, menyusui dan kepada anak-anak badutanya.
"Agar anak-anak kita terhindar dari stunting dan sukses masa depannya, sebaiknya kita hadirkan 3 sosok ibu untuk anak-anak kita. Bagi bapak-bapak jangan salah tafsir. Jangan sampai bapak-bapak pulang dari sini langsung cari 2 istri lagi agar bisa punya 3. Yang saya maksud adalah 3 ibu bagi anak kita, bukan 3 istri bagi Bapak-Bapak! (disambut tawa hadirin). Ke-3 ibu tersebut saya mencontoh dari Nabi Muhammad SAW yang saat kecilnya memiliki 3 ibu, yaitu: Pertama, Ibu yang mengandung dan melahirkan yakni Siti Aminah. Kedua, ibu menyusui, karena Siti Aminah wafat, Ibu yang menyusui Nabi adalah Halimatus Sa'diyah. Dan ketiga adalah Ibu Pendidik Nabi yakni seorang budak perempuan yang cerdas yaitu Ummu Aiman. Nah, jika ibu-ibu semua mampu berperan sekaligus sebagai ibu yang mengandung dan melahirkan, ibu yang menyusui dan ibu pendididk, ya monggo! Yang penting setiap tahapan dalam peranan tersebut harus diperhatikan baik-baik. Saat hamil perhatikan asupan gizi yang ibu-ibu konsumsi, begitupun saat menyusui ekslusif selama 6 bulan, dan menyusui lanjutan pasca 6 bulan. Perhatikan gizi yang ibu makan sendiri agar air susunya tetap berkualitas, juga perhatikan makanan tambahan selain asi untuk anak-anaknya.
Selain itu, bantu belajar anak-anak di rumah sesuai perkembangan usianya agar mereka terbiasa mengolah otaknya sehingga tidak lelet atau telmi alias telat mikir yang merupakan cikal bakal stunting."
Selain Mustakim, pada kegiatan tersebut juga ada pemateri dari puskesmas setempat.(opu iqbal M)